Sejatinya seorang wanita akan menjadi ibu. Meskipun, mungkin itu bukan anak kandungnya. Perannya seorang perempuan kelak menjadi wanita dewasa dan seorang ibu. Seorang ibu adalah pahlawan bagi anak-anaknya. Andalan anak-anaknya, saat susah bahkan senang. Meskipun sudah menjadi seorang ibu, sosok seorang anak tetap akan membutuhkan ibunya. Sebagai andalan, sebagai seseorang yang akan memarahi kesalahan anaknya. Sekaligus akan membela anak-anaknya. Marah nya bukan karena benci tapi bentuk kekhawatiran akan sesuatu yang buruk terjadi. Marah nya adalah sebuah harapan untuk anak-anak agar hidup lebih baik. Terkadang, seorang ibu ingin berlari dari anaknya, namun dia akan berlari kembali juga pada akhirnya. Mungkin dia akan membuang anaknya karena kesal namun, pada akhirnya seorang ibulah yang akan memungut anaknya dari ke terpuruk kan. Dia tidak akan membiarkan orang lain mengusik kehidupan anak-anaknya dan tidak akan membiarkan sesuatu menyakiti anak-anaknya. Ibuku adalah andalan ku. Ketika tidak ada jawaban, bertanya pada ibu, tiba-tiba jawaban mengalir. Ketika kebingungan, bertanya pada ibu, tiba-tiba harapan muncul. Ketika sedih, melihat sinar harapan yang selalu terpancar pada matamu ibu. Membuatku seketika bersemangat ingin selalu bangkit berusaha, dan berbahagia, melupakan segala kesedihan dan keluh kesahku. Cintamu sangat logis namun paling sejati : Menerima ku apa adanya. Kita sering berselisih dalam marah yang membuat diri ini saling menjauh. Namun ikatan cinta ini lebih kuat sehingga membuat kita selalu kembali bersama dan melupakan perbedaan, yang pada akhirnya saling mengerti, melengkapi dan mendukung. Masya Allah Tabarakallah, Semoga kita semua selalu bersama hingga akhirat kelak. Aamiin. -R2s@GawangTanubi-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar