Dan jika semua manusia tidak pernah berbuat salah, maka tidak akan pernah ada yang namanya Tobat. Dan mungkin tidak akan pernah ada yang namanya lafad istighfar. Didalam Islam tidak ada yang namanya pengakuan dosa. Dosa atau aib haruslah ditutup dengan diam, tobat dan perilaku baik.
Tapi kebanyakan, jika seseorang membuat pengakuan bukannya disuruh diam. Malah terus dikorek, kenapa, bagaimana, kapan, balik lagi kenapa.. seperti tidak puas. Seolah ingin mengatakan kamu pendosa, bagaimana menjadi ahli dibidangnya atau pergilah dan terhinalah. Namun tidak bisa mengelak karena banyak hal dan bisa jadi karena tanggung jawab.
Alangkah leganya jika selalu ada kesempatan untuk memperbaiki diri, manusia memang lemah dan pelupa itu kata Allah. Dan ini terbukti, setelah berbuat salah, ada sesal atau tidak maka akan ada lagi kesalahan yang sama. Hinaan itu mungkin betul yang terkadang ditepis karena malu, ini manusiawi. Siapa yang mau dihina, dikecam dan dipandang buruk. Semua orang pasti ingin dicintai dan mendapatkan pujian.
Semuanya pasti ada hikmahnya, kalau hidup ringan. Sepertinya dunia ini adalah Surga dan kalau hidup ini begitu sulit, mungkin dunia ini juga adalah Neraka. Tapi kehidupan tidak seperti itu. Ini adalah dunia, porsinya pas dan ada jaminannya. Harus bekerja, sudah pasti, karena badan membutuhkannya. Harus ada rintangan, sudah pasti, karena hati dan pikiran ini perlu latihan. Tantangan itu, berat tapi menyehatkan dan pada akhirnya akan membuat lega. Jika berhasil melewatinya dengan baik. Lewatnya pasti berkali-kali sampai berhasil dan pelajarannya selesai. Go to the next level. Game Over, coba lagi selama masih ada baterainya, bisa dicharger dan berfungsi. Selalu semangat, kapan pun dan dimana pun. Barakallah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar