Beberapa kali membaca kata-kata "motivasi" : dukung Perempuan Indonesia!
Apa yang terjadi? apalagi ketika dilihat, yang mengatakannya adalah seorang suami. Apa yang terjadi?
Apakah separah "itu" sampai perempuan indonesia perlu dukungan?
Dukung Perempuan Indonesia! background-nya ternyata "jualan". Saya bukan perempuan yang anti dengan pemberdayaan perempuan Indonesia. Tapi satu hal yang harus digaris bawahi, Perempuan akan berdaya dengan Pendidikan yang cukup. Tidak harus pendidikan tinggi, tapi pendidikan-pendidikan yang memang isinya ILMU, terutama ilmu agama. Bukankah ini adalah kewajiban sang suami untuk memenuhi kebutuhan pendidikan istrinya.
Bukankah yang harus didukung itu kaum laki-laki yang mungkin banyak ter-singkirkan karena semakin banyaknya perempuan-perempuan berdaya yang memang lebih mampu menjadi tim. Perempuan masih bisa tersenyum manis ketika kesal. Bahkan mereka bisa dengan tetap menyenangkan menjadi pegawai. Bahkan mereka cantik. Ini memang realita. Jadi yang harus didukung siapa?
Dukung Pendidikan Perempuan, inilah yang seharusnya keluar. Pendidikan yang menunjang posisinya sebagainya seorang anak, sebagai seorang istri, sebagai seorang ibu. Dan sebagai mahluk cantik yang fitrahnya, memang menarik. Bukan menjadikan mereka sebagai objek seolah perempuan-perempuan indonesia tidak berdaya. Tidak sedikit, ternyata mereka adalah perempuan-perempuan yang mampu secara ekonomi. Berkecukupan secara materi, kenapa harus didukung? jelas-jelas keadaan ekonomi-nya baik.
Bukankah yang harus selalu didukung adalah kaum suami yang tiada henti, harus menjadi Tulang Punggung Keluarga. Selain fisik yang lelah karena bekerja, ternyata seorang suami juga harus menjadi pendengar setia sang istri. Kalau suami tidak tahan dengan kata-kata sang istri yang sangat banyak kosakata-nya. Kemana lagi sang istri mengutarakan-nya? ke tetangga? ke temannya? atau teman pria-nya yang secara maya terlihat sebagai pendengar setia. Padahal ternyata si pria maya juga tidak tahan dengan istrinya dirumah, yang cerewet.
Mari dukung suami agar tetap kuat, sampai bisa menjadi andalan pendidikan untuk sang istrinya di rumah. Dukung pendidikan istri wahai suami. Perempuan berpendidikan akan berdaya dengan sendirinya. Perempuan itu memang follower yang cerewet, tapi tidak kejam kaya deterjen yang bikin gatal kulit. Perempuan itu pada akhirnya bagaimana kapten-nya. Kalau kapten-nya oleng, kapal akan tenggelam, kapten. Tapi kalau kapten-nya sudah memberikan pendidikan yang cukup agar perempuan juga berdaya. Insyaa Allah kapal akan tetap berjalan dengan baik.
Wahai suami, kuatlah.. karena kamu adalah tulang punggungnya. Dan aku, sang istri akan melindungi jantung-mu dengan menjadi tulang rusuk.
Selamat berbahagia bersama sampai tua, sampai maut memisahkan dan berjumpa kembali, di Surga Mu Yaa Rabb. Aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar