Selasa, 24 Agustus 2021

Pendidikan adalah hak setiap manusia

Dalam pendidikan ada 3 hal, yaitu : pendidik, peserta didik dan materi pelajarannya. Pendidik sebagai guru, dia akan memberikan materi sesuai dengan keahlian nya. Peserta didik adalah muridnya, yang akan merasakan bagaimana sebuah ilmu bekerja, bagaimana mengimplementasikan nya dalam kehidupan sehari-hari. Dan materi bahasan, bukan sekedar buku teks yang dibacakan, atau sekedar ceramah yang  disampaikan. Bukan hal mudah memang dalam menyampaikan sesuatu, apalagi dengan tujuan 1 : Bisa dipahami. Murid-murid dalam satu kelas sangat beragam, mereka unik. Tidak ada sempurna tanpa usaha, walaupun pada akhirnya tidak ada yang sempurna. Namun, pendidikan adalah hak setiap manusia. Dan belajar adalah kewajiban setiap manusia. Belajar itu wajib, belajar banyak hal, untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.

Pendidik bukanlah seorang hakim, bukan pula seorang jaksa penuntut apalagi pembela layaknya pengacara. Pendidik hanya bertugas menyampaikan, menyampaikan ilmu sesuai dengan keahlian nya. Pendidik juga pelajar, tapi pastinya seorang pendidik akan belajar lebih dulu. Pengalaman sekolahnya lebih dulu. Tapi tidak menutup kemungkinan semua peserta didik nya, bisa memiliki kemampuan melebihi pendidiknya. Atau, peserta didik nya dengan kemampuan dibawah nya. Kompleks nya keunikan manusia, tidak menutup kemungkinan hal ini bisa terjadi. Bukan tidak memiliki kemampuan, namun kemampuan manusia dalam menerima pelajaran pasti berbeda-beda. Aturan memang aturan, harus ditegakkan. Namun diantara aturan-aturan itu, ada yang namanya pendidik. Seorang manusia, bukan robot tanpa perasaan. Manusia yang bisa melihat, mendengar dan merasakan yang terjadi.

Pendidikan adalah hak setiap manusia, jangan berhenti karena kesalahan. Jangan berhenti karena satu kesalahan, dua kesalahan atau berkali-kali salah. Jika seorang pendidik berhenti, karena kesalahan-kesalahan orang lain. Siapa yang akan menjadi pendidik berikutnya? tidak ada sempurna tanpa usaha, walaupun pada akhirnya tidak ada yang sempurna. Dan belajar adalah kewajiban semua manusia. Jadi teruslah belajar, untuk mendapatkan hak pendidikan mu. Indonesia adalah tempat kita berpijak, jadi ikutilah aturannya. Tegakkan agamamu didalam langkah mu, karena itu adalah tujuan akhir hidup ini. Lillaah. Harga mati disaat keadilan terlupakan, disaat kebingungan melanda, disaat kesusahan begitu pekat dan kesalahan-kesalahan itu mulai menyusahkan hidup. Kesenangan kadang terlihat menyilaukan, namun kebahagiaan dihati tidak bisa dipungkiri. Jaga hati, jaga diri. Menjaga berarti kuat, maka kuatkanlah. 

Selamat belajar, semoga berkah untuk kita semua. 💪😊🙏  

Rabu, 04 Agustus 2021

Ada apa dengan Perempuan Indonesia?

Beberapa kali membaca kata-kata "motivasi" : dukung Perempuan Indonesia! 

Apa yang terjadi? apalagi ketika dilihat, yang mengatakannya adalah seorang suami. Apa yang terjadi?

Apakah separah "itu" sampai perempuan indonesia perlu dukungan?

Dukung Perempuan Indonesia! background-nya ternyata "jualan". Saya bukan perempuan yang anti dengan pemberdayaan perempuan Indonesia. Tapi satu hal yang harus digaris bawahi, Perempuan akan berdaya dengan Pendidikan yang cukup. Tidak harus pendidikan tinggi, tapi pendidikan-pendidikan yang memang isinya ILMU, terutama ilmu agama. Bukankah ini adalah kewajiban sang suami untuk memenuhi kebutuhan pendidikan istrinya.

Bukankah yang harus didukung itu kaum laki-laki yang mungkin banyak ter-singkirkan karena semakin banyaknya perempuan-perempuan berdaya yang memang lebih mampu menjadi tim. Perempuan masih bisa tersenyum manis ketika kesal. Bahkan mereka bisa dengan tetap menyenangkan menjadi pegawai. Bahkan mereka cantik. Ini memang realita. Jadi yang harus didukung siapa?

Dukung Pendidikan Perempuan, inilah yang seharusnya keluar. Pendidikan yang menunjang posisinya sebagainya seorang anak, sebagai seorang istri, sebagai seorang ibu. Dan sebagai mahluk cantik yang fitrahnya, memang menarik. Bukan menjadikan mereka sebagai objek seolah perempuan-perempuan indonesia tidak berdaya. Tidak sedikit, ternyata mereka adalah perempuan-perempuan yang mampu secara ekonomi. Berkecukupan secara materi, kenapa harus didukung? jelas-jelas keadaan ekonomi-nya baik. 

Bukankah yang harus selalu didukung adalah kaum suami yang tiada henti, harus menjadi Tulang Punggung Keluarga. Selain fisik yang lelah karena bekerja, ternyata seorang suami juga harus menjadi pendengar setia sang istri. Kalau suami tidak tahan dengan kata-kata sang istri yang sangat banyak kosakata-nya. Kemana lagi sang istri mengutarakan-nya? ke tetangga? ke temannya? atau teman pria-nya yang secara maya terlihat sebagai pendengar setia. Padahal ternyata si pria maya juga tidak tahan dengan istrinya dirumah, yang cerewet. 

Mari dukung suami agar tetap kuat, sampai bisa menjadi andalan pendidikan untuk sang istrinya di rumah. Dukung pendidikan istri wahai suami. Perempuan berpendidikan akan berdaya dengan sendirinya. Perempuan itu memang follower yang cerewet, tapi tidak kejam kaya deterjen yang bikin gatal kulit. Perempuan itu pada akhirnya bagaimana kapten-nya. Kalau kapten-nya oleng, kapal akan tenggelam, kapten. Tapi kalau kapten-nya sudah memberikan pendidikan yang cukup agar perempuan juga berdaya. Insyaa Allah kapal akan tetap berjalan dengan baik. 

Berbagi

Berbagi.. Apa itu berbagi? dan bagaimana cara kita berbagi? 

Berbagi sering kali diartikan sebagai : berbagi materi yaitu uang. Meskipun materi sesungguhnya tidak hanya uang. Materi bisa berupa pakaian, makanan bahkan materi pelajaran atau sebuah ilmu tertentu. Dan berbagi yang paling berharga adalah berbagi doa. Dan atau berbagi waktu. Karena Doa yang bisa mengubah takdir dan waktu adalah sesuatu yang berharga karena tidak bisa kembali.

Berbagi bisa kepada siapa saja dan dilakukan dimana saja. Tidak hanya terhadap orang-orang yang jelas secara ekonomi mungkin kekurangan, namun berbagi kepada orang-orang yang secara ekonomi berkecukupan atau lebih, juga tetap bisa dilakukan. Karena berbagi juga bisa apa saja. Sekedar berbagi senyum atau berbagi kisah, pengalaman yang bisa jadi berharga untuk diri sendiri atau orang lain. Atau biasa saja tapi bisa menjadi berharga untuk orang lain.

Berbagi, berasal dari hati terbuka. Hati yang membuka pikiran untuk terus berkembang maju. Harus maju karena waktu sangat terbatas. Perbanyak berbagi karena dalam berbagi tersimpan banyak sekali misteri. Dan berbagi sama dengan bersedekah, sedekah akan membuat orang bahagia. Terutama bagi yang mengeluarkannya. Bagi yang mengeluarkannya, akan ada 2 hal yang di rasa. Pertama melihat orang bahagia, kedua perasaan bahagia ketika melihat kebahagiaan. Mungkin buat beberapa orang masih bertanya, apa itu bahagia? untuk yang bersedekah bahagia adalah memberi, melihat dan merasakannya langsung. Inilah kebahagian, hakiki dan murah sekali. Tidak ada harga tertentu untuk bersedekah tapi sangat berharga.

Mari perbanyak berbagi, walaupun sederhana pasti akan menjadi istimewa, Insyaa Allah. Aamiin. 

Tetap Semangat. Selalu Semangat.

"Sesuatu" di Balik Layar

Banyak orang tertipu karena hasilnya mengagumkan. Proses membuatnya jarang sekali orang mengetahuinya. Dan mungkin tidak ingin mengetahuinya...