Minggu, 27 Oktober 2013

Profesi pun membutuhkan kesetiaan

Belajar diusia dini... sejak didalam perut, lahir... sampai terus menjalani kehidupan ini... selalu belajar...
Apa itu Profesi? Pekerjaan... Ibu Rumah Tangga juga profesi... Setialah... agar profesional... agar yang dihasilkan maksimal... semaksimal-maksimalnya kita manusia yang penuuuhhh dengan kekurangan, kesalahan dan dosa...

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas (http://id.wikipedia.org/wiki/Profesi) :

Profesi adalah kata serapan dari sebuah kata dalam bahasa Inggris "Profess", yang dalam bahasa Yunani adalah "Επαγγελια", yang bermakna: "Janji untuk memenuhi kewajiban melakukan suatu tugas khusus secara tetap/permanen".
Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus. Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesi, kode etik, serta proses sertifikasidan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut. Contoh profesi adalah pada bidang hukum, kedokteran, keuangan, militer, teknik desainer, tenaga pendidik.
Seseorang yang memiliki suatu profesi tertentu, disebut profesional. Walaupun begitu, istilah profesional juga digunakan untuk suatu aktivitas yang menerima bayaran, sebagai lawan kata dariamatir. Contohnya adalah petinju profesional menerima bayaran untuk pertandingan tinju yang dilakukannya, sementara olahraga tinju sendiri umumnya tidak dianggap sebagai suatu profesi.

Karakteristik Profesi :

Profesi adalah pekerjaan, namun tidak semua pekerjaan adalah profesi. Profesi mempunyai karakteristik sendiri yang membedakannya dari pekerjaan lainnya. Daftar karakterstik ini tidak memuat semua karakteristik yang pernah diterapkan pada profesi, juga tidak semua ciri ini berlaku dalam setiap profesi:
-Keterampilan yang berdasar pada pengetahuan teoretis: Profesional diasumsikan mempunyai pengetahuan teoretis yang ekstensif dan memiliki keterampilan yang berdasar pada pengetahuan tersebut dan bisa diterapkan dalam praktik.
-Asosiasi profesional: Profesi biasanya memiliki badan yang diorganisasi oleh para anggotanya, yang dimaksudkan untuk meningkatkan status para anggotanya. Organisasi profesi tersebut biasanya memiliki persyaratan khusus untuk menjadi anggotanya.
-Pendidikan yang ekstensif: Profesi yang prestisius biasanya memerlukan pendidikan yang lama dalam jenjang pendidikan tinggi.
-Ujian kompetensi: Sebelum memasuki organisasi profesional, biasanya ada persyaratan untuk lulus dari suatu tes yang menguji terutama pengetahuan teoretis.
-Pelatihan institutional: Selain ujian, juga biasanya dipersyaratkan untuk mengikuti pelatihan istitusional dimana calon profesional mendapatkan pengalaman praktis sebelum menjadi anggota penuh organisasi. Peningkatan keterampilan melalui pengembangan profesional juga dipersyaratkan.
-Lisensi: Profesi menetapkan syarat pendaftaran dan proses sertifikasi sehingga hanya mereka yang memiliki lisensi bisa dianggap bisa dipercaya.
-Otonomi kerja: Profesional cenderung mengendalikan kerja dan pengetahuan teoretis mereka agar terhindar adanya intervensi dari luar.
-Kode etik: Organisasi profesi biasanya memiliki kode etik bagi para anggotanya dan prosedur pendisiplinan bagi mereka yang melanggar aturan.
-Mengatur diri: Organisasi profesi harus bisa mengatur organisasinya sendiri tanpa campur tangan pemerintah. Profesional diatur oleh mereka yang lebih senior, praktisi yang dihormati, atau mereka yang berkualifikasi paling tinggi.
-Layanan publik dan altruisme: Diperolehnya penghasilan dari kerja profesinya dapat dipertahankan selama berkaitan dengan kebutuhan publik, seperti layanan dokter berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat.
-Status dan imbalan yang tinggi: Profesi yang paling sukses akan meraih status yang tinggi, prestise, dan imbalan yang layak bagi para anggotanya. Hal tersebut bisa dianggap sebagai pengakuan terhadap layanan yang mereka berikan bagi masyarakat.

Ini Teorinya... :-) 
Apapun makanannya... minum air putih lebih baik... 
Doanya Nabi Muhammad SAW : ''Ingin menjadi orang soleh", Ingin punya anak yang Soleh & Solehah. Aamiin.
Setia dengan profesi = setia menjalani impian. Prioritas utamanya adalah terwujud, bukan uang... karena dalam kesetiaan profesi, terkadang ada kerugian yang kita alami. Bukan berarti dengan mudah kita menyerah dan berpaling. Uang akan terkumpul dengan sendirinya setelah kerja keras dan usaha yang terus menerus. Percayalah Allah Maha Adil... Tidak ada kesuksesan yang diraih secara kebetulan, semua pasti ada proses... jerih payah dan pada akhirnya buah yang kita tuai... Jika kita menabur usaha... Tentu... usaha yang halal agar yang kita tuai buah kebaikan. Dan yang terpenting dalam kesetiaan adalah kejujuran... karena kejujuran adalah modal utama yang bisa membuahkan kepercayaan. So... kalau setia ya harus jujur, kalau kamu jujur baru aku percaya ;-) Selamat menjalani impian...! Be a profesional.

Wanita dan perkawinannya...

Tidak pernah ada kata habis, untuk setiap yang terjadi pada wanita... Pribadi yang selalu menjadi sorotan dan perbincangan. Baik itu sebuah kata salut maupun cibiran yang tiada habisnya... kali ini saya ingin berbagi tentang wanita dan perkawinan... Terangkum, terpapar dan tertulis ketika begitu dalam merasakan apa yang terjadi pada yang terlihat... Ya terlihat, karena kita tidak pernah tahu dengan pasti apa yang terjadi dan dirasakan orang lain. Ok ;-) begini ceritanya :

Ketika melihat kekurangan wanita hanya bisa mengelus dada... Ngomel-ngomel atau menangis... Tapi lelaki... Mereka bisa berpaling... Pergi... Tanpa memiliki rasa untuk mendampingi kekurangan, memberi perlindungan atau meluruskan yang bengkok. Wanita dituntut sempurna... Untuk sesuatu yang belum tentu memberikan kebahagiaan dunia dan akhirat kelak. Padahal wanita hanya pengikut, tapi yang memimpin berhak diatas segalanya... Menyalahkan tanpa memberikan arahan, menghina tanpa kelembutan dan meninggalkan wanita menangis tanpa memberinya dekapan... Sadarilah wanita hanya berdiri diatas perasaannya, tapi lelaki mereka berdiri diatas logika... Logika yang sangat memberinya keuntungan... Wanita bisa menjadi racun... Itu karena, kamu lelaki tidak bersikap adil... Adil kalau wanita adalah titipan orang tuanya, adil  kalau wanita adalah pengikut... Kamulah lelaki yang yang menjadikan wanita itu racun... Racun yang selalu diminum dan dibuang... Tahukah Kamu? Ibumu adalah wanita... 

Hidup bersama berarti saling mengisi... Didalam setiap diri manusia ada kekurangan pasti ada kelebihannya... ada kelebihan pasti ada kekurangannya... itu hukum pasti! "tidak ada manusia yang sempurna" tapi hidup adalah belajar... dan hidup juga akan berakhir... semua manusia pasti mati... kenapa kita harus berbuat baik? karena untuk bekal supaya kita masuk surga... Simple-nya seperti itu... Pernikahan umumnya didasari rasa cinta, kagum dan kebutuhan atau hanya keinginan... Apapun itu, tidak ada alasan untuk mengabaikan tugas... kewajiban dan hak masing-masing posisi... Semua ada fungsinya, supaya pernikahan dapat berjalan dan berfungsi dengan baik sesuai dengan kepercayaan yang kita anut :-D penganut kepercayaan saja punya aturan, apalagi kita yang beragama Islam... Seorang Muslim atau Muslimah itu sebutan untuk manusia penganut agama Islam. Al-Qur'an adalah pegangan utama kita, dan As-sunnah sebagai pendampingnya... Segala sesuatu memang membutuhkan ilmu... Teruslah belajar karena hidup adalah belajar untuk mencari tahu dan memperbaiki yang salah... sampai dititik kita 'meninggal'.
Kembali kepermasalahan diatas, wanita di Indonesia umumnya memang menjadi korban... Korban ketidakadilan, mungkin karena ketidaktahuan... 
Intinya adalah tetaplah saling mencintai dan harus saling mencintai terutama dalam pernikahan... dalam hidup pun... Harus! Agar hidup ini terasa Indah... Indahhh sekali berjalan diatas Cinta... Terutama Cinta kepadaMu... Ya Rabbi...

Minggu, 18 Agustus 2013

Ta kenal maka ta sayang

Tidaklah adil jika kita tiba-tiba berkomentar tentang seseorang yang jelas-jelas kita tidak kenal siapa dia, berasal dari mana dan apa kegiatannya.. Terkadang kita juga seringkali menghakimi orang yang memang satu instansi, satu kosan dan sebagainya, padahal kita tidak pernah ngobrol atau bahkan kita juga tidak tau bagaimana rumahnya, orang-orang terdekatnya dan seterusnya. Kecuali jika jelas-jelas kita melihatnya melakukan perbuatan buruk. Seperti mencuri, mencaci maki orang lain, memukul dan sebagainya. Baru, kita sudah jelas bisa menilainya. Walaupun sebenarnya tidak ada manusia yang sempurna, dan manusia adalah mahluk yang lemah, tidak pernah luput dari kesalahan.
Mengenali baru berkomentar, ini lebih bijak. Daripada berkomentar tapi tidak kenal. How do you know?

"Sesuatu" di Balik Layar

Banyak orang tertipu karena hasilnya mengagumkan. Proses membuatnya jarang sekali orang mengetahuinya. Dan mungkin tidak ingin mengetahuinya...