Seseorang dan mungkin beberapa orang pernah berkata, bekerja itu harus bijak sana dan sini. Apa yang dikerjakan harus terasa enak di semua pihak. Rasanya memang tidak mungkin, tapi kita berusahalah. Disisi lain, ada yang berusaha untuk kepentingannya sendiri, sampai lupa dengan bijak sana sini nya. Ada juga yang memikirkan kepentingannya dan membawa rekan-rekannya. Dalam dunia pekerjaan memang persaingan itu sangat terasa sekali.
Sebetulnya, apapun usahanya sah-sah saja selama tidak mengambil hak orang lain. Menjalankan kewajiban dengan benar, sebenar-benarnya : tidak mencuri dan menyakiti orang lain. Semoga kita selalu dalam lindungan Nya untuk selalu berada di jalan Nya yang benar.
Semua usaha yang dilakukan oleh setiap orang selama ini tentu punya tujuan. Namun pada dasarnya yang sedang berusaha dengan bekerja pasti tujuannya memberdayakan kemampuan dan mendapatkan bayaran yang sesuai. Seringkali bayaran yang sesuai itu tidak memenuhi kebutuhan pribadi atau keluarganya. Apalagi bayaran yang tidak sesuai sudah pasti pekerjaan juga tidak dapat dikerjakan dengan baik dan bayaran juga tidak dapat memenuhi kebutuhannya dalam hidup. Pekerjaan yang tidak selesai? Benar! Sebuah pekerjaan seringkali memerlukan alat-alat untuk menyelesaikannya, dan hal ini sering dilupakan oleh si pemberi pekerjaan. Makanya ada standar gaji, tapi tidak semua perusahaan dapat memenuhi standar gaji tersebut.
Alhasil, keadaan ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang mengatasnamakan bantuan sosial atau solusi keuangan bernama Pinjaman. Dan orang-orang yang memberikan pinjaman ini juga tidak sedang beramal. Mereka juga sedang berusaha untuk mendapatkan keuntungan. Jadinya adalah, menjual uang melalui pinjaman. Sekarang makin banyak ya, usaha seperti ini. Dan tidak jarang menjadi jerat bagi masyarakat luas. Apakah kamu pernah ter jerat? Hampir semua orang mengalaminya, ada yang baik-baik saja menjadi bagian dari kehidupan. Namun lebih banyak yang keteteran karena tidak seimbang antara keluar dan masuknya uang.
Keuangan menjadi prioritas semua orang saat ini, memang bukan segalanya. Namun segalanya memerlukan uang untuk mendapatkannya. Beruntung sekali pemerintah melindungi masyarakatnya dengan peraturan bahwa orang-orang yang tidak mampu membayar utang akan di atur dalam hukum perdata, bukan hukum pidana. Namun tidak jarang yang memberikan pinjaman melakukan tindak pidana seperti mengancam dan melakukan pencemaran nama baik.
Sepertinya, jarang sekali orang-orang yang tidak memiliki pinjaman. Apakah usaha pinjaman ini jadi solusi? Jawabannya adalah TIDAK. Karena pemilik usaha pinjaman juga sedang mencari keuntungan. Jadi, jangan harap solusi ada ditangan orang-orang yang sedang mencari keuntungan semata. Karena memang nalurinya manusia hidup bukan untuk cari rugi.
Para ulama mengatakan, hiduplah sederhana sesuai kemampuan ini adalah solusi. Dan teruslah berusaha dengan berpegang pada aturan agama. Apakah aturan agama ini? tentu saja harus dipelajari, jadi teruslah semangat untuk belajar. Belajar agama lebih utama. Agar kita juga bisa selalu belajar bersabar, berusaha dan selalu semangat.
Jika permasalahan hidup sedang ada dihadapan kita, hadapi saja dan terus berusaha. Ada kalanya kita perlu sendirian dan tidak harus menghiraukan perkataan orang lain. Lakukan saja kesendirian itu, karena untuk melakukan usaha juga perlu ruang dan orang lain belum tentu akan paham atau membantu keadaan pribadi sendiri. Orang-orang beragama bilang, ada Allah yang Maha Tahu, Maha Segala Nya yang bisa kita jadikan sandaran hidup satu-satunya.
Bijaklah dalam berusaha, jangan takut gagal dan kekurangan karena hal ini pasti dirasakan semua orang. Akan ada waktunya, khusus untukmu. Jadi berusahalah baik-baik saja agar kelak ketika pada waktunya juga kita dapat menjalani itu semua dengan baik-baik saja. Ingatlah satu hal apa yang ditanam itulah yang akan dituai. Mari menanam kebaikan agar hasilnya juga kebaikan.
Semangat berusaha. #Barakallah
Semangat berusaha. #Barakallah