Rabu, 13 Juni 2018

Tolong Maafkan AKU

Aku memang penuh dengan kelemahan. Apakah aku harus mengakui semua kesalahanku.. ? Bikin pengumuman atau klarifikasi.. atau bikin buku untuk menceritakan diriku..
Atau aku harus menyembah setiap orang yang pernah aku sakiti.. baik yang sengaja atau yang tidak sengaja..
Setauku.. menyembahmu yang aku sakiti tidak ada.. yang ada.. aku harus minta maaf.. tapi.. aku tidak tau.. sejauh apa kamu sakit.. karena aku pun sakit.. dengan segala cemoohmu.. tapi aku tidak meminta mu untuk menyembahku bahkan tidak meminta kamu berkata maaf padaku.. yang aku lakukan adalah.. aku.. membuka hatiku.. menata dengan memaafkan.. dan membebaskan segalanya dengan do'a.. lupakan.. mulai dengan yang baru..
Tidak penting menjelaskan apa dan bagaimana dulu terjadi.. sekarang adalah.. melangkah ke depan.. belajar lebih baik.. hidup ini singkat.. lebaran sebentar lagi.. puasa mo udahan.. singkat.. sebentar.. apa bekalku nanti.. bagaimana aku harus bertanggung jawab atas diriku.. tidak akan ada yang membantu.. sesama manusia.. sama2 punya masalah.. sama2 banyak kekurangan.. jangan kau begitu padaku.. tolong jangan sumpahi aku.. tapi DO'A kan laaah.. agar ALLOH suka.. pada kita.. ALLOH cinta..
Dan kita.. sama2 tersenyum.. BAAHAAGIA..  😁😊
BAROKALLOH.. tujuan yang paling pasti.. adalah surga.. menebar kebaikan.. ALLOH.. cinta sejati.. YANG SELALU ADA.. SELALU PAHAM.. SELALU TAU.. SELALU MEMBERI..
Mari.. BELAJAR BERSYUKUR.. BERSUJUD MEMOHON AMPUN.. MENANGIS.. MEMOHON CINTA DARI MU YAA ALLOH.. ALLOHU AKBAR!  Yaa Ghofar.. Yaa Mujib.. Yaa Latif.. YAA ROHMAN YAA ROHIM.
Maafkan AKU 😭
🤗
SEMOGA KITA BAHAGIA DI DUNIA & AKHIRAT 😇

Selasa, 20 Maret 2018

Hebatnya konten online


Hebatnya konten online
(pernah di upload untuk keperluan kontes)

Konten adalah serangkaian kalimat atau penuturan tentang suatu hal yang dibuat berdasarkan kriteria tertentu dengan tujuan tertentu pula. Dijaman yang serba online dan mobile saat ini, konten bisa dijadikan salah satu senjata untuk melakukan strategis pemasaran yang menjual. Dengan peluangnya yang besar, dan sangat terbuka bagi setiap pelaku di dunia online. Khususnya para pelaku bisnis yang sangat gencar memanfaatkannya dengan mengisi konten-konten di setiap kesempatan. Melalui website forum, email, social media, blogger atau disebuah group WhatsApp dan Telegram yang sekarang marak tidak mau ketinggalan perannya di dalam digital marketing.
Dulu marketing, belum memakai istilah digital. Sekarang, seiring dengan maraknya perilaku pemasaran yang dilakukan secara online. Istilah digital marketing menjadi semakin bersahabat disetiap kalangan. Tentu saja dikalangan para pelaku bisnis yang semakin bervariasi. Dari mulai sekedar iseng jualan dimedia sosial, sampai ke perusahaan yang levelnya power full. Besar dengan cabang diberbagai negara, tentu saja memakai jasa dari para digital marketing dalam perusahaannya. Hal ini menjadi wajib, bukan saja dengan istilah digital marketing tapi membuat konten yang menjual, menjadi sebuah keharusan.
Sekedar menulis yang diawali dengan curhatan didalam media sosial, bisa menjadi modal awal membuat sebuah konten yang menjual. Tentu saja diawali pula dengan curhatan yang positif, bukan hujatan atau membuat konten yang bersifat memecah belah persatuan bangsa dan negara. Atau istilah sekarang menjadi pelakor. Pelakor bukan untuk urusan rumah tangga saja, namun pelakor untuk keamanan negara juga sudah mulai menjadi trending topik didalam urusan yang ujung-ujungnya adalah politik.
Dari berbagai opini diatas, hebatnya sebuah konten. Bisa menjadi viral bukan saja untuk bisnis ekonomi namun mulai bergeser ke bisnis politik dan bisnis yang lainnya. Mari menulis positif, agar menjadi konten yang positif pula. Karena pergerakan online tidak seperti offline yang biasanya ramai satu-satu melalui mulut ke mulut. Tapi online, bisa satu ke seribu sekaligus dalam hitungan detik. Saking hebatnya, alirannya bisa seperti tsunami bukan banjir biasa atau banjir cilencang seperti kata orang sunda.
Menulis bukan sekedar menyalin seperti yang dilakukan ketika sekolah. Tapi menulis sekarang adalah cara lain untuk berbicara, yaitu menyalin dari pikiran dan hati kita. Baik itu untuk sekedar hobby maupun tugas dari suatu pekerjaan tertentu. Dan pekerjaan yang menyenangkan adalah yang bisa kita kerjakan tepat waktu dengan hati yang senang.
Sebagai rangkaian kata penutup, menulis konten bisa dilatih dengan praktek langsung dan di bumbui dengan pengetahuan kita dari hasil membaca. Membaca buku, membaca peluang, membaca situasi, membaca perilaku dan lain sebagainya. Rajin membaca akan membuat kita ingin menulis, atau bahkan terkadang untuk menulis sesuatu kita harus membaca dahulu. Seperti menulis laporan, dan tugas sekolah. Diberbagai pekerjaan pun membaca menjadi keharusan, agar yang kita tulis menjadi salah satu pengetahuan atau sekedar menyampaikan informasi. Dan yang membuat kita pandai menulis adalah rajin prakteknya karena pepatah dahulu dari sekolahan selalu menyebutkan. Rajin Pangkal Pandai. Ini terbukti disegala bidang, mari praktek dan rajin agar pandai menjadikan kita sukses. -R2s- 
Roro Santi.


"Sesuatu" di Balik Layar

Banyak orang tertipu karena hasilnya mengagumkan. Proses membuatnya jarang sekali orang mengetahuinya. Dan mungkin tidak ingin mengetahuinya...